Kamis, 01 Januari 2015

Produk ketan susu
        
Bauran Pemasaran ( 4P )
·         Product
-          Type          : Ketan
-          Brand        : Ketan Simpang Lima
-          Quality      : Terbaik
-          Packing     : Styrofoam
-          Size           : Sedang
-          Waranties  : Mengenyangkan dan akan membuat ketagihan
·         Price
-          Price List   : Rp 5.500
·         Promotion
-          Face to face
·         Place
-          Location    : rumah sendiri




Analisis SWOT & TOWS
SWOT/TOWS MATRIX
STRENGTHS
WEAKNESSES

 

Internal



Eksternal
1.      Bahan baku mudah didapat
2.      Harga terjangkau
3.      Memiliki variasi dan inovasi yang berbeda
4.      Tidak asing dikalangan masyarakat
1.      Produk yang baru sukar dipasarkan
2.      Proses produksi membutuhkan waktu yang lumayan lama
3.      Cuaca
OPPORTUNITIES
O-S
O-W
1.      Pangsa pasar yang masih luas
2.      Daya saing rendah
3.      Letak dan lokasi penjualan yang strategis
4.      Digemari sebagian besar masyarakat

1.      Meningkatkan produksi
2.      Meningkatkan kualitas produk
3.      Meningkatkan Inovasi
1.      Meningkatkan pemasaran produk
2.      Meningkatkan kreatifitas produk

THREATS
T-S
T-W
1.      Adanya para pesaing baru
2.      Harga bahan baku yang sewaktu – waktu naik, dapat menyebabkan harga Ketan naik

1.      Mempertahankan kualitas
2.      Memanfaatkan bahan secara efisien
1.      Mengadakan promosi
2.      Memanfaatkan waktu produksi secara efisien





Target Segmentasi Pasar :
  1. Segmentasi Demografis
Karakteristik demografis yang paling sering digunakan sebagai dasar untuk segmentasi pasar antara lain:
a)      Usia
b)      Gender
c)      Status Perkawinan
d)     Pendapatan, pendidikan, dan pekerjaan,dsb
Demografis membantu menemukan pasar target atau sasaran. Informasi demografis merupakan cara paling efektif menurut kami dari segi biaya dan paling mudah mengenali target.

Analisi produksi
  • Bahan Baku
-          Ketan  Beras
-          Keju   
-          Coklat            
-          Susu
-          Air bersih
-          Santan

·         Alat Pembuatan
-          Panci
-          Spatula / Centong
-          Baskom
-          Sendok
-          Kompor





Penentuan Harga Pokok Produksi
·         Bulan Pertama
No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga Satuan
Harga Total
1
Biaya Bahan Baku





ketan beras
8
Liter
 Rp            12.000
 Rp           96.000

Keju
2
Batang
 Rp            64.000
 Rp         128.000

Coklat
½
Kilogram
 Rp            20.000
 Rp           20.000

Susu
10
Kaleng
 Rp              7.500
 Rp           75.000

Santan
13
Liter
 Rp              7.000
 Rp           91.000

Total Bahan Baku



 Rp         357.000
2
Biaya Bahan Penolong





Sterofom
5
Kodi
 Rp              4.000
 Rp           20.000

Kertas Nasi
25
Pcs
 Rp                 100
 Rp             2.500

Kantong Plastik
1
Pak
 Rp              7.000
 Rp             7.000

Sendok
100
Pcs
 Rp                   75
 Rp.            7.500

Gas
1
Tabung
 Rp            20.000
 Rp           20.000

Total Bahan  Penolong



 Rp           57.000

Total biaya Produksi



 Rp         414.000
Penentuan Biaya Operasional






No
Keterangan
Jumlah
Unit
Harga satuan
Harga Total
1
Biaya Adm dan Umum





Biaya Cetak Laporan
5
Lembar
 Rp              1.000
 Rp             5.000

Biaya Adm
1

 Rp              8.000
 Rp             8.000

Total Bi. Adm dan Umum



 Rp           13.000

Total Bi. Operasional



 Rp           13.000


Harga Pokok Penjualan

(Biaya Produksi + Biaya Operasional)/Unit Produksi
Harga Pokok Produksi per roti
(Rp. 414.000 + Rp. 13.000) / 100 pcs =
 Rp. 4270 / pcs

Penentuan Harga Jual
Harga per unit – HPP
Rp. 5500 - Rp 4270 = Rp. 1230 /pcs



5.5 Laporan Arus Kas
Bulan Pertama
Laporan Arus Kas


Aliran kas dari aktivitas operasi


aliran kas masuk


penerimaan penjualan tunai
 Rp         550.000,00

penerimaan piutang usaha


jumlah

 Rp              550.000,00



aliran kas keluar


Biaya Bahan Baku dan Penolong
 Rp         414.000,00

Biaya Pemasaran
 Rp           -

Biaya administrasi
 Rp             8.000,00

Biaya cetak laporan
 Rp             5.000,00

biaya lain lain


jumlah

 Rp              427.000,00
aliran kas bersih dari aktivitas operasi

 Rp              123.000,00



aliran kas dari aktivitas pendanaan


aliran kas masuk


modal gunadarmna
 Rp         400.000,00

modal kelompok usaha KSL
 Rp           27.000,00

Jumlah

 Rp              427.000,00



aliran kas keluar


pengembalian ke gunadarma
 Rp           67.000,00

pembagian laba ke gunadarma
 Rp           14.000,00

Jumlah

 Rp                81.000,00
aliran kas bersih dari aktivitas pendanaan

 Rp              346.000,00



kenaikan bersih kas selama periode bulan ke 1

 Rp              469.000,00
saldo kas awal bulan ke 1


saldo kas akhir bulan ke 1

 Rp              469.000,00




5.6 Laporan Neraca
Ø  Awal Bulan Pertama
neraca awal bulan ke 1




AKTIVA

PASSIVA







aktiva lancar

hutang lancar


kas
 Rp    427.000,00
hutang  gunadarma
Rp  400.000,00

piutang dagang




persediaan




total aktiva lancar
 Rp   427.000,00
total hutang

 Rp  400.000,00





aktiva tetap

modal


peralatan

modal anggota
Rp    27.000,00

perlengkapan

laba


total aktiva tetap
 Rp   427.000,00
total modal

 Rp    27.000,00





total aktiva
 Rp    427.000,00
total passiva

 Rp  427.000,00

Ø  Akhir Bulan Pertama

neraca akhir bulan ke 1




AKTIVA

PASSIVA







aktiva lancar

hutang lancar


kas
 Rp  469.000,00
hutang  gunadarma
 Rp  333.000,00

piutang dagang




persediaan




total aktiva lancar
 Rp  469.000,00
total hutang

 Rp  333.000,00





aktiva tetap

modal


peralatan

modal anggota
 Rp  94.000,00

perlengkapan

laba
 Rp    42.000,00

total aktiva tetap

total modal

 Rp  136.000,00





total aktiva
 Rp  469.000,00
total passiva

 Rp  469.000,00

Kamis, 05 Juni 2014


POLITIK DAN STRATEGI NASIONAL


Pengertian Politik
Kata politik secara etimologis berasal dari bahasa Yunani yaitu “Politeai”. “Politeai” berasal dari kata “polis” yang berarti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri, yaitu negara dan “teai” yang berarti urusan. Bahasa Indonesia menerjemahkan dua kata Bahasa Inggris yang berbeda yaitu “politics” dan “policy” menjadi satu kata yang sama yaitu politik. Politics adalah suatu rangkaian asas (prinsip), keadaan, cara dan alat yang akan digunakan untuk mencapai tujuan atau cita-cita tertentu. Policy diartikan kebijakan, adalah penggunaan pertimbangan-pertimbangan yang dianggap dapat lebih menjamin tercapainya suatu usaha, cita-cita atau keinginan atau tujuan yang dikehendaki. Politik secara umum adalah bermacam-macam kegiatan dalam suatu sistem politik (negara) yang menyangkut proses menentukan tujuan-tujuan dari sistem tersebut dan melaksanakan tujuan-tujuan tersebut, meliputi Pengambilan Keputusan (decision making), mengenai apakah yang menjadi tujuan dari sistem politik itu menyangkut seleksi antara beberapa alternatif dan penyusunan skala prioritas dari tujuan-tujuan yang telah dipilih. Untuk melaksanakan tujuan-tujuan itu perlu ditentukan Kebijaksanaan-kebijaksanaan Umum (public policies) yang menyangkut pengaturan dan pembagian dari sumber-sumber dan resources yang ada. Untuk melaksanakan kebijaksanaan-kebijaksanaan itu perlu memiliki kekuasaan (power) dan wewenang (authority), yang digunakan untuk membina kerjasama dan untuk menyelesaikan konflik yang timbul dalam proses ini. Hal itu dilakukan baik dengan cara meyakinkan (persuasif) maupun paksaan (coercion). Tanpa adanya unsur paksaan maka kebijaksanaan hanya merupakan perumusan keinginan (statement of intent) belaka. Dari uraian tersebut diatas, politik membicarakan hal-hal yang berkaitan dengan :
1.     Negara
Negara adalah suatu organisasi dalam suatu wilayah yang memiliki kekuasaan tertinggi yang sah dan ditaati oleh rakyatnya. Boleh dikatakan negara merupakan bentuk masyarakat yang paling utama dan negara merupakan organisasi politik yang paling utama dalam suatu wilayah yang berdaulat.
2.     Kekuasaan
Kekuasaan adalah kemampuan seseorang atau kelompok untuk mempengaruhi tingkah laku seseorang atau kelompok lain sesuai dengan keinginnannya. Dalam politik perlu diperhatikan bagaimana kekuasaan itu diperoleh, dilaksanakan dan dipertahankan.
3.     Pengambilan Keputusan
Pengambilan Keputusan sebagai aspek utama dari politik, dan dlam pengambilan keputusan perlu diperhatikan siapa pengambil keputusan itu dan untuk siapa keputusan itu dibuat. Jadi politik adalah pengambilan keputusan melalui sarana umum. Keputusan yang diambil menyangkut sektor publik dari suatu negara.
4.     Kebijakan
Kebijakan (policy) merupakan suatu kumpulan keputusan yang diambil seseorang atau kelompok politik dalam rangka memilih tujuan dan cara mencapai tujuan itu. Dasar pemikirannya adalah bahwa masyarakat memiliki beberapa tujuan bersama yang ingin dicapai secara bersama pula oleh karena itu diperlukan rencana yang mengikat yang dirumuskan dalam kebijakan-kebijakan oleh pihak yang berwenang.
5.     Distribusi dan alokasi sumber daya
Distribusi adalah pembagian dan penjatahan nilai-nilai (Values) dalam masyarakat. Nilai adalah sesuatu yang diinginkan, atau yang penting dengan demikian nilai harus dibagi secara adil. Jadi politik itu membicarakan bagaimana pembagian dan pengalokasian nilai-nilai secara mengikat.

Strategi
Kata strategi berasal dari kata “strategia” berasal dari bahasa Yunani yang berarti “the art of general” atau seni seorang panglima yang biasa digunakan dalam peperangan. Karl Von Clausewitz (1780-1831) berpendapat bahwa startegi adalah pengetahuan tentang penggunaan pertempuran untuk memenangkan peperangan. Sedangkan perang itu sendiri merupakan kelanjutan dari politik. Dalam abad modern sekarang ini penggunaan kata strategi tidak lagi terbatas pada konsep atau seni seorang panglima dalam peperangan saja, akan tetapi sudah digunakan secara luas termasuk dalam ilmu ekonomi maupun di bidang olah raga. Arti strategi dalam pengertian umum adalah cara untuk mendapatkan kemenangan atau tercapainya suatu tujuan termasuk politik. Dengan demikian kata strategi tidak hanya menjadi monopoli para jenderal atau bidang militer saja, tetapi telah meluas ke segala bidang kehidupan. Strategi pada dasarnya merupakan seni dan ilmu yang menggunakan dan mengembangkan kekuatan-kekuatan (ideologi, politik, ekonomi, sos bud dan hankam) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
                Jadi kesimpulan dari politik dan strategim nasional adalah adalah asas, haluan, usaha serta kebijaksanaan negara tentang pembinaan (perencanaan, pengembangan, pemeliharaan dan pengendalian) serta penggunaan secara kekuatan nasional untuk mencapai tujuan nasional. Dalam melaksanakan politik nasional maka disusunlah strategi nasional. Misalnya strategi jangka penedek, jangka menengah dan jangka panjang. Strategi Nasional adalah cara melaksanakan politik nasional dalam mencapai sasaran-sasaran dan tujuan yang ditetapkan oleh politik nasional.

Contoh kasus yang memnyimpang dari politik dan strategi nasioanal :
Kasus SKK Migas Rudi Rubiandini mafia migas benar-benar menghentak kembali dunia akademisi Indonesia. Garda penjaga integritas bangsa ini ternyata sudah tidak punya malu dan terindikasi “melacurkan” diri. KPK mencokok Ketua SKK Migas Rudi Rubiandini, seorang yang dikenal berintegritas dan idealis ternyata ditangkap tangan menerima “sesuatu”.

Baru-baru ini, tambah memalukan ketika ketua SKK Migas yang diangkat oleh Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono justru bermain belakang dengan gratifikasi. Padahal dia seorang akademisi besar yang diharapkan mampu membangun integritas bangsa dan dirinya sendiri. Hasilnya? Nol besar. Yang ada justru pengkhianatan besar.
Belakangan, rasa terkejut makin besar setelah saya menyaksikan sendiri bagaimana Demokrat lewat kader-kadernya “berjualan kecap” di mana pun berada, termasuk di dunia akademis. Suatu ketidaketisan akademis terlebih konten yang disajikan cenderung menistakan intelektualitas pendengarnya. Kali ini adalah Syarif Hasan politisi Demokrat, juga menteri KUKM, yang “berjualan kecap” melalui pidato tendensius di tengah Sidang Terbuka Wisuda salah satu perguruan tinggi. Beberapa kali melihat trend seperti itu oleh banyak kader Demokrat, baru tersadar bahwa mungkin “berjualan kecap di mana pun” menjadi strategi kampanye partai Demokrat Pemilu 2014.